LES PRIVAT SURABAYA | 085706454663 LES PRIVAT SURABAYA | 081230238023 LES PRIVAT SURABAYA LES PRIVAT SURABAYA | 081703335330

Rabu, 10 April 2013

SETELAH LULUS PENDIDIKAN MAU KEMANA?

Setelah lulus pendidikan, mau kmana ?

Untuk mengambil keputusan apa yang harus kita lakukan setelah lulus pendidikan, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pilihan bekerja sebagai karyawan, langsung memulai bisnis sendiri atau bekerja sebagai karyawan untuk persiapan menjalankan bisnis sendiri perlu dikaji lebih dalam dulu. Asumsi-asumsi yang ada yang berhubungan dengan kewirausaahaan dan karyawan sudah semestinya kita membuka dan melihat asumsi-asumsi tersebut satu persatu. kemudian. dari asumsi-asumsi itu kita nilai dan ukur, apakah kita mau langsung memulai bisnis sendiri, bekerja sebagai karyawan atau bekerja dulu untuk persiapan menjalankan bisnis sendiri.

Asumsi-asumsi yang ada tersebut antara lain bisa dilihat dari 4 aspek. yaitu :

 1. aspek internal subjek (pribadi) yang memilih, seperti kemampuan subjek, minat bakat skil, keilmuan, wawasan tentang kewirausahaan, pengalaman berwirausaha, mental untuk berwirausaha, kecocokan karakter, kebiasaan, kelebihan dan kekurangan diri kita, kondisi finansial kita dll

2. aspek eksternal, keadaan lingkungan, kawan-kawan kita, keluarga kita, opini yang berkembang, bagaimana respon terhadap seorang wirausaha dan karyawan, latar belakang pendidikan masyarakat, budaya, pola pikir masyarakat, tipe masyarakat, kebiasaan masyarakat, jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat, sistem-sistem yang ada di masyarakat seperti sistem pendidikan, kesehatan, keamanan dan variabel2 lainya yg berhubungan.

3. Aspek tentang Kewirausahaan sendiri dan tentang menjadi Karyawan seperti persamaan dan perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya antara menjadi seorang dengan bisnis sendiri dan menjadi karyawan orang lain, ditinjau dari segi penghasilannya, cara kerjanya, tunjangan-tunjangan yang ada, seberapa banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya yang diperlukan untuk mencapai impian-impian kita, apa saja yang diperlukan untuk memulai usaha bisnis sendiri ataupun bekerja menjadi karyawan, dan apa yang diperlukan untuk menjadi seorang dengan profesi menjadi seorang wirausawan ataupun karyawan yang baik, yang berkualitas, memiliki kemampuan dan wawasan, dedikasi, dan memiliki kapabilitas yang mumpuni di bidangnya. dll

4. Aspek produk dan pasar. Seandainya kita memutuskan menjadi seorang wirausahawan produk yang akan kita jual harus dipilih dengan pertimbangan yang logis. disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada di masyarakat. Semua manusia baik secara pribadi ataupun kelompok memiliki kebutuhan yang ingin dipenuhi, Produk yang kita tawarkan dan dijual untuk memenuhi 1 atau 2 kebutuhan manusia, Tinggal kita pilih, dan di pertimbangkan modal. keuntungan dan kerugiannya, dan asumsi-asumsi yang lainnya juga
Jikalau kita tidak memilih untuk berwirausaha saat itu juga, tapi menjadi seorang karyawan, atau sementara bekerja sebagai karyawan dulu untuk persiapan menjalankan bisnis, it's okey, kita mengumpulkan asumsi-asumsi yang ada terlebih dahulu baru memutuskan karir dan peran kita dimasyarakat.

Semakin kita membuka variabel2 yang lain. dan mengetahui asumsi2 yang ada di masyarakat maka informasi kita juga akan semakin banyak dan semakin mantap pula diri kita untuk mengambil keputusan.
tapi ingat saudara-saudara. kalau kita tidak berani mengambil keputusan maka, kita juga tidak akan belajar dari pengalaman,
Berwirausaha atau menjadi karyawan keduanya adalah pilihan dan keduanya memiliki resiko keuntungan dan kerugiannya masing, bermain air basah, dan bermain api hangus.

Banyak dari saudara-saudara yang beropini bekerja dulu mengumpulkan modal dan pengalaman untuk berwirausaha. padahal. bekerja menjadi seorang karyawan, tidak selalu kita mendapatkan pengalaman untuk berwirausaha. dan tidak selalu usaha membutuhkan modal besar. saya contohnya. memulai usaha. di bulan oktober 2008 dengan modal hanya 50 ribu rupiah. tapi sekarang omset saya sudah jauh di atas rata-rata, Dan relasi juga bisa kita membangun relasi saat kita memulai usaha tersebut. kesemuanya. baik Modal, Kemampuan dan pengalaman berwirausaha, dan relasi, sebenarnya kita bisa membangun itu semua saat kita masih duduk di bangku sekolah dan kuliah. dan asumsi-asumsi yang ada tentang kewirausahaan dan menjadi karyawan bisa kita kumpulkan sebanyak-banyaknya saat kita masih duduk di bangku sekolah/kuliah


Kemampuan-kemampuan di dalam hal wirausaha, sangat jauh berbeda dengan yang ada saat kita menjadi seorang karyawan. seperti budaya, kebiasaan, jam kerja, dan keadaan yang serba tidak menentu. belum tentu teman-teman yang memutuskan menjadi seorang karyawan dulu untuk mengumpulkan modal, dan mencari pengalaman akan siap dengan keadaan yang serba tidak menentu saat memutuskan menjadi seorang wirausaha,
Akan tetapi belum tentu juga teman-teman tidak siap dengan keadaan tersebut. Saran saya untuk teman-teman yang ingin berwirausaha, tapi menjadi karyawan dahulu, carilah pekerjaan-pekerjaan yang ada hubungannya dengan perdagangan . seperti sales, saya dulu selain saya juga seorang mahasiswa, saya juga bekerja sebagai seorang sales di tahun 2004-2008 dan menjadi leader di 2009, sebelum resign, tahun 2008 saya sudah memulai menjalankan usaha. naah. asumsi-asumsi yang ada tentang kewirausahaan, dan karyawan, modal dan kemampuan yang ada termasuk relasi, semuanya sudah saya bangun sejak saya masih duduk di bangku kuliah. sehingga saat saya lulus saya tidak bingung mencari pekerjaan, karena usaha saya sudah berjalan sebelum saya lulus kuliah.
karena kita berwirausaha itu juga tidak mudah. sangat berbeda asumsi dengan kita saat bekerja menjadi karyawan dengan gaji stagnan, tapi rutin tiap bulan pasti dapat, kalau orang dagang ada saatnya naik dan ada saatnya kita turun tinggal kita yang harus pandai-pandai mengimprovisasinya. Naaah rekan2 semua yang tidak biasa dengan keadaan ini, biasanya kemudian tidak kuat jadinya. tidak diteruskan usahanya. berhenti sampai di sini dan kembali menjadi seorang karyawan.

Jadi untuk rekan-rekan yang memang ingin menjadi seorang pengusaha. jangan ragu-ragu. semakin awal kita memulai maka semakin banyak pula ilmu dan pelajaran yang kita dapat dari berwirausaha. Yang sudah menjadi karyawan dan ingin berwirausaha. jangan padam semangat untuk belajar. mengikuti seminar, praktik usaha mandiri, seperti memulai menawarkan barang atau jasa kepada rekan2 kita. memulai praktik bisnis dari hal yang kecil dulu. insya allah. ketika kita sudah tekad memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kita dan terbakar semangat kita untuk menjadi seorang wirausahawan. JANGAN SETENGAH-SETENGAH!
Dan bagi rekan-rekan yang masih kuliah, juga saya sarangkan kalau kuliah jangan sekedar kuliah. IPK hanya syarat adminsitratif saja. saya sering bertemu dengan lulusan PTN/PTS dengan IPK tinggi tapi Bodoh!. baik secara karakter, etos kerja dan soft skills yang dimiliki sangat rendah sekali kualitasnya. kalau sudah seperti itu, akan susah mencari pekerjaan, meskipun IPKnya tinggi, lantas apa ada opsi lain?

Nah oleh karena itu . mumpung rekan-rekan yang masih sekolah dan kuliah, Ayo semua potensi-potensi yang ada, kesempatan-kesempatan yang ada, pergunakanlah dengan baik untuk mengasah diri kalian, bukan sekedar kemampuan akademik tapi juga softskilnya. Dan wawasan kita tentang kewirausahaan, modal ketrampilan dan yang penting adalah MENTAL DAN KARAKTER SEORANG PENGUSAHA harus dipupuk sejak dini.

Orang berwirausaha, itu sama dengan membangun aset. di saat rekan-rekan kita yang sudah usia middle ataupun senja akan pensiun, berkeinginan untuk berwirausaha, maka mereka akan masih memulai dari nol untuk belajar. palagi sangat berbeda jauh kondisinya, antara menjadi seorang karyawan dan usahawan. Sedangkan kita yang sudah merintis Usaha Sejak Usia Muda, dengan asumsi normal, maka saat itu usaha kita sudah sangat berkembang, dan kita menikmati hasilnya.

Tidak hanya PNS yang bisa mendapatkan Pensiun. Seorang Pedagang pun bisa.  Bangunlah aset itu sejak dini, terimakasih semoga bermanfaat. dan SALAM SUPER SELALU :D




salam kenal semoga bermanfaat. amin
Hatta Adam Soeharto, S.Si
http://www.lesprivatsurabaya-smc.com/

Sabtu, 06 April 2013

BERPIKIR POSITIF, MERENUNG DAN BERTINDAK

Kekuatan Berpikir Positif, Merenung dan Bertindak

berpikir positif
Foto oleh wadem
Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.
Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.
Kita sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah positif!”, yang ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan efektif. Berapa jumlah orang yang anda kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?
Cerita berikut mengilustrasikan bagaimana kekuatan berpikir positif bekerja:
Beno mengajukan lamaran kerja, namun kepercayaan dirinya rendah, dan dia menganggap dirinya gagal dan tidak layak memperoleh kesuksesan, ia merasa yakin bahwa ia tidak akan memperoleh pekerjaan tersebut. Ia memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri, dan percaya bahwa calon pegawai yang lain lebih baik dan lebih memenuhi syarat dibandingkan dirinya. Beno memperoleh sikap ini karena pengalaman buruk yang ia peroleh dari wawancara pekerjaan yang telah ia ikuti sebelumnya.
Pikirannya dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif dan rasa takut atas pekerjaan tersebut selama satu minggu penuh sebelum ia akan diwawancara. Ia yakin ia akan ditolak. Pada hari wawancara ia bangun terlambat, rasa takutnya menjadi kenyataan. Ia mendapati kemeja yang akan ia kenakan kotor, dan kemejanya yang lain harus disetrika. Dan karena ia sudah terlambat, ia memutuskan untuk mengenakan kemeja yang kusut.
Selama wawancara, ia merasa tegang, menunjukkan sikap negatif, khawatir mengenai kemejanya, dan merasa lapar karena ia tidak memiliki cukup waktu untuk sarapan. Semua hal ini menyebabkan pikirannya teralihkan dan sulit baginya untuk fokus pada wawancara. Sikapnya secara keseluruhan menimbulkan kesa yang buruk, dan sebagai akibatnya rasa takutnya menjadi kenyataan dan tidak memperoleh pekerjaan tersebut.
Budi juga mengajukan lamaran atas pekerjaan yang sama, namun ia menyikapinya secara berbeda. Ia merasa yakin bahwa ia akan memperoleh pekerjaan tersebut. Satu minggu sebelum wawancara, ia sering memvisualisasikan dirinya memperoleh pekerjaan tersebut.
Malam hari sebelum wawancara, ia menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan dan tidur lebih awal dari biasanya. Pada hari wawancara, ia bangun lebih awal dari baiasanya, sehingga ia memiliki cukup waktu untuk sarapan, lalu tiba di tempat wawancara sebelum jadwal.
Ia memperoleh pekerjaan tersebut karena ia berpikir positif terhadap hal-hal yang ia lakukan. Tentunya ia juga memenuhi persyaratan untuk memperoleh pekerjaan tersebut, sama halnya dengan Beno.
Apa yang bisa kita pelajari dari dua cerita tersebut? Apakah ada sihir yang digunakan dalam cerita tersebut? Tidak, semuanya merupakan hal yang alami. Jika kita memiliki sikap yang positif, sikap-sikap tersebut akan menghasilkan perasaan-perasaan yang positif, gambaran-gambaran yang konstruktif, dan kita akan melihat dalam mata pikiran kita apa yang kita inginkan. Hal ini akan memberikan pencerahan, lebih banyak kekuatan, dan kebahagiaan. Diri anda juga akan memancarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Bahkan pikiran positif juga akan memberikan beragam manfaat bagi kesehatan anda. Kita berjalan tegak dan suara kita lebih berwibawa. Bahasa tubuh kita menunjukkan perasaan kita.

Pikiran Positif dan Negatif Menular

Setiap dari kita mempengaruhi orang-orang yang kita temui, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terjadi secara naluriah, dalam pikiran bawah sadar anda, yang terpancar melalui pikiran dan perasaan, serta bahasa tubuh kita. Orang di sekeliling kita dapat merasakan aura kita dan dipengaruhi oleh pikiran kita, juga sebaliknya. Wajarkah jika kita ingin berada di sekitar orang-orang yang positif dan menghindari orang-orang yang negatif? Orang lebih tergerak untuk membantu kita jika kita bersikap positif, dan mereka tidak menyukai dan menghindari siapapun yang bersikap negatif.
Pikiran-pikiran, kata-kata, dan sikap negatif akan menghasilkan mood serta tindakan yang negatif dan tidak menyenangkan. Semua hal ini akan berujung pada kegagalan, frustrasi, dan kekecewaan.

Instruksi-Instruksi Praktis

Untuk merubah pikiran anda menjadi positif, diperlukan latihan dan kemauan untuk merubah diri anda karena sikap dan pola pikir tidak dapat berubah dalam sekejap.
Simaklah topik berikut, pikirkan keuntungan yang akan anda peroleh dan ajaklah diri anda untuk mencobanya. Kekuatan pikiran merupakan kekuatan dahsyat yang selalu membentuk kehidupan kita. Proses pembentukkan biasanya dilakukan di dalam pikiran bawah sadar kita, namun sangatlah mungkin untuk melakukan proses tersebut secara sadar. Meskipun usulan tersebut terdengar cukup aneh; cobalah untuk melakukannya, karena anda tidak akan merasa rugi; sebaliknya anda akan memperoleh banyak hal. Acuhkan apapun pendapat orang lain tentang diri anda ketika anda mengubah pola pikir anda.
Selalu visualisasikan situasi yang menguntungkan dan bermanfaat bagi anda. Gunakan kata-kata positif dalam suara hati anda atau ketika anda berbicara dengan orang lain. Tersenyumlah sedikit lebih banyak, karena senyuman akan membantu anda untuk berpikir lebih positif. Abaikan perasaan malas atau keinginan untuk berhenti. Jika anda bertahan, anda akan berubah pola pikir anda.
Saat pikiran negatif memasuki pikiran anda, anda harus mewaspadainya dan menggantikan pikiran tersebut dengan pikiran yang lebih konstruktif. Pikiran negatif akan mencoba memasuki pikiran anda lagi, dan sekali lagi anda harus menggantikannya dengan pikiran positif. Seakan-akan anda dua gambar di depan anda, dan anda memilih untuk melihat salah satu gambar tersebut dan mengabaikan gambar yang lain.
Jika tiba-tiba merasakan perlawanan dari dalam diri anda ketika anda berusaha mengganti pikiran-pikiran negatif tersebut, jangan menyerah. Tetap fokuskan diri anda pada pikiran-pikiran yang positif dan menyenangkan.
Terlepas dari keadaan anda saat ini, berusahalah untuk berpikirlah positif. Pikirkan hasil serta situasi yang menguntungkan anda, dan keadaan akan berubah sesuai dengan pikiran anda. Perubahan ini tentunya membutuhkan waktu, namun pada akhirnya perubahan akan terjadi.
Metode lain yang bisa anda lakukan adalah melakukan afirmasi berulang kali. Afirmasi merupakan metode yang menyerupai visualisasi, secara lebih kreatif, dan keduanya bisa digunakan secara bersamaan.
Selamat Berpikir Positif! :)

Sumber : www.akuinginsukses.com