LES PRIVAT SURABAYA | 085706454663 LES PRIVAT SURABAYA | 081230238023 LES PRIVAT SURABAYA LES PRIVAT SURABAYA | 081703335330

Kamis, 30 Januari 2014

Kata-Kata Motivasi Hidup Ala Mario Teguh

Beberapa hari yang lalu saya sempat mendownload ebook kumpulan kata kata motivasi ala mario teguh. Dari sana saya jadi teringat kembali tentang arti kehidupan. Banyak hal positif yang bisa saya ambil dari sana.

Lagipula saya memang suka semua hal yang berbau motivasi inpirasi pengembangan diri.
Pak Mario Teguh merupakan salah satu tokoh favorit saya. Semua kata-kata yang ia lontarkan dalam acaranya golden ways selalu menginspirasi saya. Kadang ketika ia sedang berbicara saya berfikir koq bisa ya ada orang yang diciptakan sehebat dia. Penuh inspirasi dan motivasi dalam setiap kata-katanya.
Yah itulah kelebihan yang ia miliki….

Banyak orang yang merasa sangat terbantu karena menyaksikan acara tersebut. Banyak orang hidupnya berubah karena melihat acara itu. Super sekali :)
Dan sebagai suatu penghormatan untuk Pak Mario, saya ingin mengenang beberapa cuplikan kata-katanya yang sangat menginspirasi dalam blog ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Ini dia Kumpulan Tips Motivasi Inspirasi Mario Teguh
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Oke kawan, silahkan renungkan & hayati kalimat kalimat mutiara penuh makna itu. Semoga bisa menjadi pemompa semangat bagi kita semua. Amin…

Rabu, 29 Januari 2014

Materi Kimia Kelas XI Semester 2

Materi Kelas XI Semester 2
  1. KOMPONEN DAN PENGELOMPOKAN SISTEM KOLOID
Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dangan ukuran tertentu dalam medium pendespersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendespersikan disebut medium pendispersi.
  1. Pengertian koloid
Koloid adalah suatu suspensi partikel-partikel kecil yang mempunyai ukuran tertentu dalam suatu medium kontinyu.
  1. Macam-macam Sistem dispersi
Berdasarkan perbedaan ukuran zat yang didispersikan, sistem dispersi dapat dibedakan menjadi:
1.       Dispersi kasar (suspensi) adalah partikel-partikel zat yang didispersikan lebih besar daripada 100 milimikron.
2.       Dispersi halus adalah partikel-partikel zat yang didispersikan berukuran antara 1 sampai dengan 100 milimicron.
3.       Dispersi molekular (larutan sejati) adalah partikel-partikel zat yang didispersikan lebih kecil daripada 1 milimicron.
Tabel Perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi.
Aspek yang dibedakan
Sistem Dispersi
Larutan Sejati
Koloid
Suspensi
Bentuk campuran
Homogen
Homogen
Heterogen
Bentuk dispersi
Dispersi molekul
Dispersi padatan
Dispersi padatan
Penulisan
X(aq)
X(s)
X(s)
Ukuran Partikel
< 1 nm
1 nm – 100 nm
>100 nm
Fasa
Tetap homogen
Heterogen
Heterogen
Penyaringan
Tidak dapat disaring dengan kertas saring maupun saringan permeable
Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa, tapi dapat disaring dengan saringan pemeable
Dapat disaring dengan kertas saring biasa
Pemeriksaan
Tidak dapat diamati dengan microscope biasa, tapi tramati dengan microscope elektron
Dapat diamati dengan microscope ultra.
Dapat diamati dengan microscope biasa.
  1. Klasifikasi Sistem Dispersi Koloid
Dalam sistem koloid, fase dispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat, zat cair, atau gas.
Berdasarkan hubungan antara fase dispersi dengan medium dispersi, macam sistem koloid dapat dibagi menjadi:
No.
Fase terdispersi
Fase Pendispersi
Nama sistem koloid
Contoh sistem koloid
1.
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan
2.
Cair
Cair
Emulsi
Air susu, santan
3.
Cair
Padat
Emulsi
Jelly, mutiara, keju
4.
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, Debu di udara
5.
Padat
Cair
Sol
Cat, Tinta, kanji
6.
Padat
Padat
Sol padat
Kaca berwarna, intan hitam
7.
Gas
Cair
Busa, buih
Buih sabun, krim krim kocok
8.
Gas
Padat
Busa padat
Batu apung, karet busa
  1. Aerosol
Aerosol adalah sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat disebut aerosol padat. Sedangkan jika zat yang terdispersi berupa zat cair disebut aerosal cair.
Contoh aerosol padat: asap dan debu dalam udara
Contoh aerosol cair: kabut dan awan
  1. Sol
Sol adalah sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair
Contoh sol: air sungai adalah sol dari lempung (tanah liat) dalam air, sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis, dan cat.
  1. Emulsi
Emulsi adalah sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain.
Ada dua macam emulsi, yaitu:
    1. Emulsi minyak dalam air (M/A); contohnya santan, susu, dan lateks.
    2. Emulsi air dalam minyak (A/M); contohnya mayonnaise, minyak bumi, dan minyak ikan.
  1. Buih
Buih adalah
sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair. Contohnya buih sabun.
  1. Gel
Gel adalah koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair). Contohnya agar-agar, lem kanji, selei, gelatin, gel, sabun, dan gel silika.
  1. Sifat-sifat koloid
Beberapa sifat-sifat koloid yang khas, yaitu:
    1. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah suatu efek penghamburan berkas sinar oleh partikel-partikel yang terdapat dalam sistem koloid, sehingga jalannya berkas sinar terlihat.
    1. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerakan terpatah-terpatah (gerak zig-zag) yang terus-menerus dalam sistem koloid
    1. Diffusi dan Filtrasi
Partikel koloid lebih sulit berdifusi bila dibandingkan dengan larutan sejati. Hal ini disebabkan ukuran partikel koloid lebih besar dibandingkan dengan partikel larutan sejati. Selain itu ukuran partikel koloid juga menyebabkan partikel koloid tidak dapat disaring dengan kertas biasa, tetapi harus dengan penyaring ultra.
Adsorpsi
Adsorpsi adalah proses penyerapan zat/partikel/molekul pada permukaan diri zat tersebut sehingga koloid akan memiliki muatan listrik. Antara partikel koloid dengan ion-ion yang diadsorpsi akan membentuk beberapa lapisan, yaitu:
1. Lapisan pertama ialah lapisan inti yang bersifat netral, terdiri atas partikel koloid netral.
2. Lapisan ion dalam ialah lapisan ion-ion yang diadsorpsi oleh koloid.
3. Lapisan ion luar
    1. Kesetabilan koloid
Kesetabilan kolid ditentukan oleh muatan listrik yang dikandung partikel koloid. Muatan listrik dapat dilucuti, misalnya dengan penambahan zat yang bersifat elektrolit, akibatnya akan terjadi penggumpalan koloid atau pengendapan koloid
    1. Elektroforesis
Elektroforesis adalah peristiwa pemisahan koloid yang bermuatan. Partikel-partikel koloid yang bermuatan dengan bentuan arus listrik akan mengalir ke masing-masing elektroda yang bermuatannya berlawanan. Partikel yang bermuatan positif bergerak menuju ke elektroda positif.
    1. Koloid Pelindung
Koloid pelindung adalah koloid yang dapat melindungi koloid dari proses koagulasi atau penggumpalan. Ada beberapa koloid pelindung yang digunakan pada emulsi, misalnya casein dalam susu. Jenis koloid ini disebut emuglatol.
    1. Dialisis
Dialisis adalah proses penyaringan koloid dengan menggunakan kertas perkamen atau membran yang diletakan di dalam air yang mengalir
    1. Koloid Liofil dan koloid Liofob
Umumnya terjadi pada koloid yang fase terdispersinya padatan dan mediumnya cairan atau berupa sol, sehingga lebih dikenal sebagai sol liofil atau sol liofob.
Sol liofil adalah sol di mana fase terdispersinya senang akan medium pendispersinya (senang akan cairan) atau di katakan juga afinitas atau daya tarik terhadap mediumnya sangat kuat.
Sol liofob adalah kebalikan dari sol liofil, di mana partikel fase terdispersinya kurang/tidak senang akan cairannya (mediumnya).
Perbedaan antara koloid liofob dengan koloid liofil dapat disimak pada tabel dibawah ini .
No.
Koloid liofil
Koloid liofob
1.
Partikel tidak dapat dilihat dengan microscope ultra
Partikelnya dapat dilihat denan microscope ultra
2.
Tidak menunjukan peristiwa elektroforesis
Menunjukan peristiwa elektroforesis
3.
Tidak mengalami koagulasi bila diberi sedikit elektrolit
Mengalami koagulasi jika diberi elektrolit
4.
Memiliki viskositas besar
Viskositas mirip medium pendispersinya
5.
Tegangan permukaan kecil
Tegangan permukaan mirip medium pendispersinya
6.
Tidak menjukan gerak brown
Menunjukan gerak brown yang jelas
7.
Pada penguapan atau pendinginan menghasilkan gel, yang akan membentuk sol lagi bila diberi medium pendispersinya
Pada penguapan atau pendinginan akan menghasilkan koagulasi, tidak membentuk sol kembali bila diberi medium pendispersinya.
  1. PEMBUATAN KOLOID
Larutan koloid dapat dibuat dengan dua cara, yaitu:
    1. Kondensasi
Kondensasi adalah penggabungan partikel-partikel halus (molekuler) menjadi partikel yang lebih besar. Pembuatan koloid dengan cara ini dilakukan melalui:
      1. Cara Kimia
Partikel koloid dibentuk melalui reaksi-reaksi kimial seperti reaksi hidrolisis, reaksi reduksi-oksidasi, atau reaksi subtitusi.
        1. Hidrolisis
Hidrolisis merupakan reaksi zat dengan air.
Contoh : pembuatan sol Besi(III)hidroksida, sol Al(OH)3
Sol besi (III)hidroksida dibuat dari larutan FeCl3 dengan air mendidih.
FeCl3(aq) + 3 H2O(l) → Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
Coklat
AlCl3(aq) + 3 H2O(l) → Al(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
Putih
        1. Reaksi reduksi-oksidasi
CONTOH :
a. Gas H2S dialirkan dalam larutan SO2 membentuk sol belerang
2H2S + SO2 → 2H2O + 3S
b. AuCl3 dimasukkan dalam air dan dipanaskan sera ditambah formalin encer akan terbentuk sol logam (sol emas)
2 AuCl3 + 3 H2 O + 3HCOH → 2Au + 6HCl + 3HCOOH
Reaksi reduksi oksidasi merupakan reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi
2.       Reaksi subtitusi
Reaksi subtitusi merupakan reaksi penggantian, misalnya pengggantian ion.
3.       Cara Fisika
Dilakukan dengan jalan menurunkan kelarutan dari zat terlarut, yaitu dengan jalan pendinginan atau mengubah pelarut sehingga terbentuk satu sol koloid.
    1. Cara Dispersi
Pembuatan koloid dengan cara dispersi merupakan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel yang lebih halu/ lebih kecil; dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig).
      1. Cara Mekanik
Dengan cara ini butir-butir kasar digerus dengan lumpung atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu kemudian diaduk dengan medium dispersi
Contoh:
Sol belerang dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti Gula Pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air (seperti yang dilakukan dalam praktikum)
      1. Cara Peptisasi
Pembuatan koloid dengan cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah).
Contoh:
Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselusosa oleh aseton, karet oleh bensin, dan lain-lain.
      1. Cara Busur Bredig
Digunakan untuk membuat sol-sol logam, logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektroda yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik diantara kedua ujungnya. Mula-mula atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi, cara ini merupakan penggabungan antara cara dispersi dengan cara kondensasi

Selasa, 28 Januari 2014

Materi Kimia Kelas X Semester 2 Reaksi Oksidasi



Reaksi redoks adalah reaksi yang mengalami dua peristiwa yaitu reduksi dan oksidasi (ada perubahan Biloks satu atau lebih unsur yang bereaksi).



1. Konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen.
Berdasarkan konsep pertama:

a. Oksidasi adalah peristiwa pengikatan oksigen

Adapun contoh yang terkait dengan reaksi oksidasi berdasarkan konsep ini adalah sebagai berikut:

1) Perkaratan logam besi
Reaksi perkaratan logam besi:
4Fe(s) + 3O2(g) --> 2Fe2O3(s) [karat besi]

2) Pembakaran bahan bakar (misalnya gas metana, minyak tanah, LPG, solar)
Reaksi pembakaran gas metana (CH4): akan menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air.
CH4(g) + O2(g) --> CO2(g) + 2H2O(g)

3) Oksidasi glukosa (C6H12O6) dalam tubuh (respirasi). Di dalam tubuh, glukosa di pecah menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti carbon dioksida dan air.
C6H12O6(aq) + 6O2(g) --> 6CO2(g) + 6H2O(l)

4) Oksidasi tembaga Cu, belarang S, dan belerang dioksida SO2:
Cu(s) + O2(g) --> CuO(s)
S(s) + O2(g) --> SO2(g)
SO2(g) + O2(g) --> SO3(g)

5) Buah apel maupun pisang setelah dikupas akan berubah warna menjadi kecoklatan
6) Minyak makan yang disimpan terlalu lama dan dalam kondisi terbuka akan menyebabkan bau tengik hasil dari pengikatan oksigen (teroksidasi)
7) Menurut Anda, contoh apa lagi yang terkait dengan peristiwa oksidasi berdasarkan konsep pertama? Silakan tambahkan di sini !!

Zat yang mengikat oksigen kita sebut sebagai reduktor/pereduksi. Berdasarkan contoh-contoh reaksi oksidasi di atas, maka reduktor untuk reaksi: 1) Besi Fe; 2) Metana CH4; 3) Glukosa C6H12O6; 4) Cu, S, SO2

b. Reduksi adalah peristiwa pelepasan oksigen (kebalikan dari reaksi oksidasi)

Adapun contoh yang terkait dengan reaksi reduksi berdasarkan konsep ini adalah sebagai berikut:
1) Reduksi mineral hematit F2O3 oleh karbon monoksida CO
F2O3(s) + CO(g) --> 2Fe(s) + CO2(g)

2) Reduksi kromium(III) oksida Cr2O3 oleh aluminium Al
Cr2O3(s) + 2Al(s) --> 2Cr(s) + Al2O3(s)

3) Reduksi tembaga(II) oksida CuO oleh gas hidrogen H2
CuO(s) + H2(g) --> Cu(s) + H2O(g)

4) Reduksi SO3, KClO3, dan KNO3:
SO3(g) --> SO2(g) + O2(g)
3KClO3(s) --> 2KCl(s) + 3O2(g)
2KNO3(aq) --> 2KNO2(aq) + O2(g)

Zat yang melepas oksigen kita sebut sebagai oksidator/pengoksidasi. Berdasarkan contoh-contoh reaksi reduksi di atas, maka oksidator untuk reaksi: 1) Hematit Fe2O3; 2) Kromium(III) oksida Cr2O3; 3) Tembaga(II) oksida CuO; 4) SO3, KClO3, KNO3.
2. Konsep redoks berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
Pelepasan dan penerimaan elektron terjadi secara simultan, artinya jika suatu spesi melepas elektron berarti ada spesi lain yang menyerapnya. Hal ini berlaku untuk ikatan kimia. Silakan Anda hubungkan dengan materi ikatan kimia kelas X semeser I.

Berdasarkan konsep yang kedua:

a. Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron
b. Reduksi adalah penerimaan elektron


Adapun contoh yang terkait dengan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan konsep ini adalah sebagai berikut:

1) Reaksi natrium dengan clorin membentuk natrium klorida NaCl
Oksidasi : Na --> Na+ + e [melapas 1 elektron]
Reduksi : Cl + e --> Cl- [menerima 1 elektron]
-------------------------------------
Na + Cl --> Na+ + Cl- --> NaCl

2) Reaksi kalsium dengan belerang membentuk calsium sulfida
Oksidasi : Ca --> Ca2+ + 2e [melepas 2 elektron]
Reduksi : S + 2e --> S2- [menerima 2 elektron]
-------------------------------------
Ca + S --> Ca2+ + S2- --> CaS

Zat yang melepas elektron (oksidasi) disebut reduktor, sedangkan zat yang menerima elektron (reduksi) disebut oksidator.
3. Konsep redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi.
Dalam berbagai kasus reaksi oksidasi yang kompleks, sulit untuk menentukan spesi mana yang mengalami oksidasi dan reduksi. Contoh reaksi berikut:

2KMnO4 + 3H2SO4 + H2C2O4 --> K2SO4 + 2MnSO4 + 2CO2 + 4H2O

Dapatkah Anda menyebutkan spesi mana yang mengalami reaksi oksidasi dan reduksi?
Untuk menjawab pertanyaan ini, maka digunakan konsep reaksi oksidasi reduksi berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi (biloks).

Berdasarkan konsep yang ketiga

a. Oksidasi adalah pertambahan biloks
b. Reduksi adalah penurunan biloks

Penentuan Bilangan Oksidasi (Biloks)

Biloks atom dalam unsur tunggal = 0 . Contoh Biloks Cu, Fe, H2, O2 dll = 0
Golongan IA ( Li, Na, K, Rb, Cs dan Fr ) biloksnya selalu +1
Golongan IIA ( Be, Mg, Ca, Sr dan Ba ) biloksnya selalu +2

Biloks H dalam senyawa = +1, Contoh H2O, kecuali dalam senyawa hidrida Logam (Hidrogen yang berikatan dengan golongan IA atau IIA) Biloks H = -1, misalnya: NaH, CaH2 dll

Biloks O dalam senyawa = -2, Contoh H2O, kecuali OF2 biloksnya = + 2 dan pada senyawa peroksida (H2O2, Na2O2, BaO2) biloksnya = -1 serta dalam senyawa superoksida, misal KO2 biloksnya = -1/2. untuk mempermudah tanpa banyak hafalan....bila atom O atau H berikatan dengan Logam IA atau IIA maka biloks logamnyalah yang ditentukan terlebih dahulu dan biloks O dan H nya yang menyesuaikan (besarnya dapat berubah - ubah)

total Biloks dalam senyawa tidak bermuatan = 0, Contoh HNO3 : (Biloks H) + (Biloks N) + (3.Biloks O) = 0 maka dengan mengisi biloks H = +1 dan O = -2 diperoleh biloks N = +5

Total BO dalam ion = muatan ion, Contoh SO4 2- = (Biloks S) + (4.Biloks O) = -2 maka dengan mengisi biloks O = -2 diperoleh biloks S = +6


Kesimpulan:

Oksidasi :
pelepasan elektron ( dalam reaksi elektron berada di ruas kanan )
menangkap oksigen
melepas Hidrogen
Bilangan Oksidasi (Biloks)nya bertambah

Reduksi :
penangkapan elektron (dalam reaksi elektron berada di ruas kiri )
melepas oksigen
menangkap Hidrogen
Bilangan Oksidasi (Biloks)nya berkurang

sumber : http://nanajustme.blogspot.com/2012/05/reaksi-oksidasi-kelas-10-semester.html 

Senin, 27 Januari 2014

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2

Larutan Elektrolit Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2 
(Secara lengkap dan detail akan saya jelaskan di postingan berikutnya)

Pengertian Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik atau semua zat bila dilarutkan dalam air maka akan mengalami ionisasi dan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Pengertian Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat mengantarkan arus listrik atau semua zat bila dilarutkan dalam air tidak mengalami ionisasi dan menghasilkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Secara sederhana Perbedaan Larutan Elektrolit dan nonelektrolit :
Larutan elektrolit : mengalami ionisasi, menghantarkan arus listrik
Larutan nonelektrolit : tidak mengalami ionisasi, tidak dapat menghantarkan arus listrik
Jenis larutan elektrolit – Khusus untuk larutan elektrolit terdiri dari 2 macam larutan, yaitu larutan elektrolit kuat dan lerutan elektrolit lemah :
Pengertian larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sempurna atau terionisasi sempurna dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang baik.
Pengertian larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sebagian atau terionisasi sebagian dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang buruk.

Reaksi Ionisasi : reaksi yang terjadi dimana suatu senyawa menjadi ion-ion dari unsur penyusunnya.
Contoh :
NaCl(s) -> Na+(aq) + Cl-(aq) ; senyawa NaCl berubah menjadi ion unsur penyusunnya, Na+ dan Cl-
K2SO4 -> 2K+ + SO42-
Pengertian derajat ionisasi adalah hubungan secara kualitatif kuat lemahnya suatu elektrolit, nama lain derajat ionisasi adalah derajat disosiasi. Simbolnya ? (alfa)
Rumus derajat ionisasi atau rumus derajat disosiasi :
? = MT / MM
MT = jumlah mol zat yang terionisasi
MM = jumlah mol zat yang dilarutkan atau mula-mula
1. Elektrolit kuat mempunyai harga derajat ionisasi = 1
Contoh senyawa yang termasuk larutan elektrolit kuat = HCl, HBr, HI (ketiga larutan ini adalah larutan hidrogen halida), selain itu larutan hidroksida untuk golongan IA (NaOH, KOH, RbOH, CsOH), dan larutan hidroksida untuk golongan IIA yaitu Ca(OH)2, Sr(OH)2, Ba(OH)2
2. Elektrolit lemah mempunyai harga derajat disosiasi mendekati 0
Contoh larutan elektrolit lemah = asam asetat atau CH3COOH, amonium hidroksida NH4OH, H2CO3, asam nitrit atau HNO2, dan asam fosfat atau H3PO4
3. Larutan Nonelektrolit mempunya harga derajat ionisasi = 0
Contoh larutan nonelektrolit = larutan urea dan larutan glukosa

Jumat, 24 Januari 2014

Les Privat Surabaya, Lbb Privat Surabaya, Bimbel Surabaya

BIAYA LES PRIVAT 085607637194
 
Lbb Privat Surabaya I Les Privat Surabaya I Bimbel Surabaya I Lbb Smart Media Center  (SMC)
 
Kami “LBB Smart Media Center (SMC)” adalah sebuah lembaga bimbingan belajar yang bergerak dalam jasa bimbingan belajar privat, mulai dari SD, SMP dan SMA.Dengan Tentor berpengalaman mengajar, yang merupakan lulusan S-1 yang kompeten, sesuai dengan bidang ajarnya. atau mahasiswa yang masih aktif kuliah di UNESA, UNAIR dan ITS.
Dengan Tentor yang telaten, sabar, berpengalaman dan kompeten dibidangnya, kami siap membantu dan membimbing adek-adek menjadi siswa menjadi lebih berprestasi
Kemudahan yang dapat diperoleh antara lain:
 
1. Guru yang mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang ingin dipelajari oleh siswa — guru matematika mengajar matematika, bahasa inggris mengajar b, inggris,. sehingga kompeten dengan pelajaran yang ingin dipelajari
2. Guru datang ke rumah, dan dapat ganti guru jika tidak cocok
3. Area Surabaya dan sekitarnya
4 Bonus Modul dan soal2 untuk persiapan UNAS dan SNMPTN
 
Biaya untuk tiap kali pertemuan SD
biaya les privat = @30.000 /pertemuan
biaya les kelompok = @20.000
 
SMP kelas 1
Biaya les Privat = @35.000
Biaya les kelompok = @ 30.000
 
SMP kelas2
Biaya les Privat = @40.000
Biaya les kelompok = @ 30.000
 
SMP kelas 3 dan persiapan unas
Biaya les Privat = @45.000
Biaya les kelompok = @ 35.000 / siswa
 
SMA kelas 1
Biaya les Privat = @50.000
Biaya les kelompok = @40.000 / siswa
 
SMA kelas 2
Biaya les Privat = @55.000
Biaya les kelompok = @45.000 / siswa
 
SMA kelas 3 dan persiapan unas
Biaya Les Privat = @60.000
Biaya les kelompok = @ 55.000 / siswa
 
SMAkelas 3 persiapan SBMPTN
Biaya Les Privat = @75.000
Biaya les kelompok = @ 65.000 / siswa
Pelajaran yang diajarkan = Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, bahasa Indonesia
 
HARGA PROMOSI  LES PRIVAT KOMPUTER
1. Les Privat komputer office, word, excel, pthotoshop, corel, dll untuk mahasiswa dan umum, durasi 18 jam = 1.200.000 durasi2. Privat Pemrograman web (php) durasi  24 jam    = 1.420.0003. Privat Pembuatan blog dan optimasi blog atau website => masuk peringkat 1 / masuk halaman pertama peringkat 10 besar di google dalam waktu singkat,  durasi 8 jam = 800.000  
 
HARGA PROMOSI LES BAHASA ARAB DAN MENGAJI
Satu bulan 8 x pertemuan = 500.000