LES PRIVAT SURABAYA | 085706454663 LES PRIVAT SURABAYA | 081230238023 LES PRIVAT SURABAYA LES PRIVAT SURABAYA | 081703335330

Senin, 30 September 2013

Hukum Kirchhoff pada Rangkaian Satu Loop

Dengan menerapkan Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff I, kalian dapat mencari besar arus dan tegangan pada rangkaian dengan satu sumber tegangan. Namun, bagaimanakah kita mencari arus dan tegangan jika pada rangkaian terdapat lebih dan saru sumber tegangan? Perhatikan Gambar skema rangkaian tertutup dengan dua sumber tegangan dan dua hambatan.
skema rangkaian tertutup
Add caption
Gambar skema rangkaian tertutup dengan dua sumber tegangan dan dua hambatan
Kita dapat mencari besar arus dan tegangan pada resistor dengan menggunakan prinsip Hukum Kirchoff II yang menyatakan:
“pada rangkaian tertutup, jumlah aijabar gaya gerak listrik (E) dan dengan penurunan tegangan (iR) sama dengan nol”.
Hukum Kirchoff Il tersebut dapat dituliskan dalam bentuk persamaan berikut.
ΣE + ΣIR = 0
Keterangan:
E = gaya gerak listrik (volt)
I = kuat arus (A)
R = hambatan (ohm)
Perhatikan kembali rangkaian pada Gambar 8.24. Rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup dengan loop tunggal (1 loop). Untuk menganalis rangkaian tersebut, kita dapat menggunakan hukum Kirchoff II dengan mengikuti langkah berikut.
a. Memilih arah loop. Agar lebih mudah, arah loop dapat ditentukan searah dengan arah arus yang berasal dan sumber tegangan yang paling besar dan mengabaikan arus dan sumber tegangan yang kecil (ingat, arah arus bermula dan kutub positif menuju kutub negatif).
b. Setelah arah loop ditentukan, perhatikan arah arus pada percabangan. Jika arah arus sama dengan arab loop, penurunan tegangan (IR) bertanda positif. Namun, jika arah arus berlawanan dengan arah loop, IR bertanda negatif.
c. Jika arah loop menjumpai kutub positif pada sumber tegangan lain, maka nilai E positif. Namun, jika yang dijumpai lebih dulu adalah kutub negatif, maka E bertanda negatif.
Nah, dengan mengikuti langkah di atas, mari kita analisis bersama rangkaian tersebut. Pada rangkaian tersebut, jika E2>E1, kita dapat menentukan arah loop seperti Gambar berikut
Gambar penentuan arah arus pada loop
Add caption
Gambar penentuan arah arus pada loop (arah loop dan a—b–c—d—a.)
Setelah menentukan arah loop, kita dapat menerapkan hukum Kirchoff II sebagai benikut.
IR2 – E1 + IR1 – E2 = 0
I(R1 + R2) = E1 + E2
Jadi kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah :
I = (E1 + E2) / (R1 + R2)

sumber :  http://hidupsehati.com/hukum-kirchhoff-rangkaian-satu-loop.html

Jumat, 27 September 2013

LES PRIVAT SURABAYA, BIMBEL SURABAYA, LBB PRIVAT SURABAYA, LES MURAH SURABAYA


LBB LES Privat SMART MEDIA CENTER (SMC)
Kami "LBB Smart Media Center (SMC)" adalah sebuah lembaga bimbingan belajar yang bergerak dalam jasa bimbingan belajar privat, mulai dari SD, SMP dan SMA.Dengan Tentor berpengalaman mengajar, yang merupakan lulusan S-1 yang kompeten, sesuai dengan bidang ajarnya. atau mahasiswa yang masih aktif kuliah di UNESA, UNAIR dan ITS.
Dengan Tentor yang telaten, sabar, berpengalaman dan kompeten dibidangnya, kami siap membantu dan membimbing adek-adek menjadi siswa menjadi lebih berprestasi
Kemudahan yang dapat diperoleh antara lain:






1. Guru yang mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang ingin dipelajari oleh siswa -- guru matematika mengajar matematika, bahasa inggris mengajar b, inggris,. sehingga kompeten dengan pelajaran yang ingin dipelajari


2. Guru datang ke rumah, dan dapat ganti guru jika tidak cocok

3. Area Surabaya dan sekitarnya

4 Bonus Modul dan soal2 untuk persiapan UNAS dan SNMPTN



Biaya untuk tiap kali pertemuan

SD
biaya les privat = @30.000 /pertemuan
biaya les kelompok = @20.000 

SMP kelas 1
Biaya les Privat = @35.000
Biaya les kelompok = @ 30.000 

SMP kelas2
Biaya les Privat = @40.000
Biaya les kelompok = @ 30.000 

SMP kelas 3 dan persiapan unas
Biaya les Privat = @45.000
Biaya les kelompok = @ 35.000 / siswa

SMA kelas 1
Biaya les Privat = @50.000
Biaya les kelompok = @40.000 / siswa

SMA kelas 2
Biaya les Privat = @55.000
Biaya les kelompok = @45.000 / siswa

SMA kelas 3 dan persiapan unas
Biaya Les Privat = @60.000
Biaya les kelompok = @ 55.000 / siswa
SMAkelas 3 persiapan SNMPTN

Biaya Les Privat = @75.000
Biaya les kelompok = @ 65.000 / siswa
Pelajaran yang diajarkan = Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, bahasa Indonesia

HARGA PROMOSI  LES PRIVAT KOMPUTER


HARGA PROMOSI  LES PRIVAT KOMPUTER
1. Les Privat komputer office, word, excel, pthotoshop, corel, dll untuk mahasiswa dan umum, durasi 18 jam = 1.200.000 durasi

2. Privat Pemrograman web (php) durasi  24 jam    = 1.420.000

3. Privat Pembuatan blog dan optimasi blog atau website => masuk peringkat 1 / masuk halaman pertama peringkat 10 besar di google dalam waktu singkat,  durasi 8 jam = 800.000


HARGA PROMOSI LES BAHASA ARAB DAN MENGAJI
Satu bulan 8 x pertemuan = 500.000


Hubungi:

085607637194
Untuk pendaftaran dapat melalui telepon,
hubungi: 08567637194 (telpon / sms)



Sifat Periodik Unsur : Sifat Logam, Titik Leleh dan Titik Didih

a. Sifat Logam
Secara kimia, sifat logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Jadi, sifat logam tergantung pada energi ionisasi. Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur- unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (memiliki keelektronegatifan yang besar).
Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur adalah:
  1. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah.
  2. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.
Jadi, unsur-unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah sistem periodik unsur, sedangkan unsur-unsur nonlogam terletak pada bagian kanan-atas. Batas logam dan nonlogam pada sistem periodik sering digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal, sehingga unsurunsur di sekitar daerah perbatasan antara logam dan nonlogam itu mempunyai sifat logam sekaligus sifat nonlogam. Unsur-unsur itu disebut unsur metaloid. Contohnya adalah boron dan silikon. Selain itu, sifat logam juga berhubungan dengan kereaktifan suatu unsur. Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada sistem periodik unsur makin ke bawah semakin reaktif (makin mudah bereaksi) karena semakin mudah melepaskan elektron. Sebaliknya, unsur-unsur bukan logam pada sistem periodik makin ke bawah makin kurang reaktif (makin sukar bereaksi) karena semakin sukar menangkap elektron. Jadi, unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali) dan unsur nonlogam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen) (Martin S. Silberberg, 2000).
b. Titik Leleh dan Titik Didih
Berdasarkan titik leleh dan titik didih dapat disimpulkan sebagai berikut.
  • Dalam satu periode, titik cair dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai golongan IVA, kemudian turun drastis. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.
  • Dalam satu golongan, ternyata ada dua jenis kecenderungan: unsur-unsur golongan IA – IVA, titik cair dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah; unsur-unsur golongan VA – VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi.
Grafik Perubahan Titik Didih
Add caption        

Tabel Periodik Unsur Kimia


Tabel Periodik Unsur Kimia. Dmitri Mendeleev adalah ilmuwan pertama yang membuat tabel periodik unsur kimia yang mirip dengan yang kita gunakan saat ini di pelajaran kimia. Tabel periodik ini menunjukkan bahwa unsur-unsur kimia diurutkan berdasarkan berat atomnya, pola muncul di mana sifat-sifat unsur berulang secara periodik. Tabel unsur kimia ini adalah tabel periodik unsur yang kelompok unsur sesuai dengan sifat yang mirip mereka.

Orang-orang telah mengenal tentang unsur-unsur kimia seperti karbon dan emas sejak zaman kuno. Unsur-unsur tidak bisa diubah menggunakan metode kimia. Setiap elemen memiliki jumlah proton yang unik. Jika Anda memeriksa sampel besi dan perak, Anda tidak bisa mengatakan berapa banyak proton dari atom beri atau perak tersebut. Namun, Anda dapat mengetahui bahwa mereka adalah unsur yang berbeda karena mereka
memiliki sifat yang berbeda. Anda mungkin melihat ada lebih banyak kesamaan antara besi dan perak dibandingkan antara besi dan oksigen. Mungkinkah ada cara untuk menyusun suatu elemen sehingga Anda bisa mengathui dengan cepat mana yang memiliki sifat yang mirip? nah itulah gunanya tabel periodik unsur kimia.

Nah, kalau anda susah menghapal unsur periodik, anda bisa mencetak tabel unsur periodik di atas, sehingga kalau sewaktu-waktu dibutuhkan anda tinggal membacanya, tapi jangan digunakan untuk mencontek ketika ujian kimia.

Kegunaan Sistem Periodik

Kegunaan sistem periodik adalah untuk memprediksi harga bilangan oksidasi, diantaranya:

1. Nomor golongan unsur, baik dari unsur utama atau unsur transisi yang menyatakan bahwa bilangan oksidasi tertinggi akan dapat dicapai oleh unsur tersebut. Kondisi ini juga berlaku untuk unsur logam maupun unsur non logam.

2. Untuk mengetahui bilangan oksidasi terendah yang bisa dicapai oleh suatu unsur non logam yaitu dengan mengurangi nomor golongan dengan delapan. Sedangkan unsur logam memiliki bilangan oksidasi terendah sebesar nol. Kondisi tersebut disebabkan oleh unsur logam yang tidak mungkin memiliki bilangan oksidasi negatif.
- See more at: http://koffieenco.blogspot.com/2013/05/tabel-periodik-unsur-kimia.html#sthash.aHBTekZP.dpuf

Tabel Periodik Unsur Kimia


Tabel Periodik Unsur Kimia. Dmitri Mendeleev adalah ilmuwan pertama yang membuat tabel periodik unsur kimia yang mirip dengan yang kita gunakan saat ini di pelajaran kimia. Tabel periodik ini menunjukkan bahwa unsur-unsur kimia diurutkan berdasarkan berat atomnya, pola muncul di mana sifat-sifat unsur berulang secara periodik. Tabel unsur kimia ini adalah tabel periodik unsur yang kelompok unsur sesuai dengan sifat yang mirip mereka.

Orang-orang telah mengenal tentang unsur-unsur kimia seperti karbon dan emas sejak zaman kuno. Unsur-unsur tidak bisa diubah menggunakan metode kimia. Setiap elemen memiliki jumlah proton yang unik. Jika Anda memeriksa sampel besi dan perak, Anda tidak bisa mengatakan berapa banyak proton dari atom beri atau perak tersebut. Namun, Anda dapat mengetahui bahwa mereka adalah unsur yang berbeda karena mereka
memiliki sifat yang berbeda. Anda mungkin melihat ada lebih banyak kesamaan antara besi dan perak dibandingkan antara besi dan oksigen. Mungkinkah ada cara untuk menyusun suatu elemen sehingga Anda bisa mengathui dengan cepat mana yang memiliki sifat yang mirip? nah itulah gunanya tabel periodik unsur kimia.

Nah, kalau anda susah menghapal unsur periodik, anda bisa mencetak tabel unsur periodik di atas, sehingga kalau sewaktu-waktu dibutuhkan anda tinggal membacanya, tapi jangan digunakan untuk mencontek ketika ujian kimia.

Kegunaan Sistem Periodik

Kegunaan sistem periodik adalah untuk memprediksi harga bilangan oksidasi, diantaranya:

1. Nomor golongan unsur, baik dari unsur utama atau unsur transisi yang menyatakan bahwa bilangan oksidasi tertinggi akan dapat dicapai oleh unsur tersebut. Kondisi ini juga berlaku untuk unsur logam maupun unsur non logam.

2. Untuk mengetahui bilangan oksidasi terendah yang bisa dicapai oleh suatu unsur non logam yaitu dengan mengurangi nomor golongan dengan delapan. Sedangkan unsur logam memiliki bilangan oksidasi terendah sebesar nol. Kondisi tersebut disebabkan oleh unsur logam yang tidak mungkin memiliki bilangan oksidasi negatif.
- See more at: http://koffieenco.blogspot.com/2013/05/tabel-periodik-unsur-kimia.html#sthash.aHBTekZP.dpuf

Tabel Periodik Unsur Kimia


Tabel Periodik Unsur Kimia. Dmitri Mendeleev adalah ilmuwan pertama yang membuat tabel periodik unsur kimia yang mirip dengan yang kita gunakan saat ini di pelajaran kimia. Tabel periodik ini menunjukkan bahwa unsur-unsur kimia diurutkan berdasarkan berat atomnya, pola muncul di mana sifat-sifat unsur berulang secara periodik. Tabel unsur kimia ini adalah tabel periodik unsur yang kelompok unsur sesuai dengan sifat yang mirip mereka.

Orang-orang telah mengenal tentang unsur-unsur kimia seperti karbon dan emas sejak zaman kuno. Unsur-unsur tidak bisa diubah menggunakan metode kimia. Setiap elemen memiliki jumlah proton yang unik. Jika Anda memeriksa sampel besi dan perak, Anda tidak bisa mengatakan berapa banyak proton dari atom beri atau perak tersebut. Namun, Anda dapat mengetahui bahwa mereka adalah unsur yang berbeda karena mereka
memiliki sifat yang berbeda. Anda mungkin melihat ada lebih banyak kesamaan antara besi dan perak dibandingkan antara besi dan oksigen. Mungkinkah ada cara untuk menyusun suatu elemen sehingga Anda bisa mengathui dengan cepat mana yang memiliki sifat yang mirip? nah itulah gunanya tabel periodik unsur kimia.

Nah, kalau anda susah menghapal unsur periodik, anda bisa mencetak tabel unsur periodik di atas, sehingga kalau sewaktu-waktu dibutuhkan anda tinggal membacanya, tapi jangan digunakan untuk mencontek ketika ujian kimia.

Kegunaan Sistem Periodik

Kegunaan sistem periodik adalah untuk memprediksi harga bilangan oksidasi, diantaranya:

1. Nomor golongan unsur, baik dari unsur utama atau unsur transisi yang menyatakan bahwa bilangan oksidasi tertinggi akan dapat dicapai oleh unsur tersebut. Kondisi ini juga berlaku untuk unsur logam maupun unsur non logam.

2. Untuk mengetahui bilangan oksidasi terendah yang bisa dicapai oleh suatu unsur non logam yaitu dengan mengurangi nomor golongan dengan delapan. Sedangkan unsur logam memiliki bilangan oksidasi terendah sebesar nol. Kondisi tersebut disebabkan oleh unsur logam yang tidak mungkin memiliki bilangan oksidasi negatif.
- See more at: http://koffieenco.blogspot.com/2013/05/tabel-periodik-unsur-kimia.html#sthash.aHBTekZP.dpuf

Kamis, 26 September 2013

Pengertian Indikator Asam Basa

Indikator asam basa adalah senyawa khusus yang ditambahkan pada larutan, dengan tujuan mengetahui kisaran pH dalam larutan tersebut. Indikator asam basa biasanya adalah asam atau basa organik lemah. Senyawa indikator yang tak terdisosiasi akan mempunyai warna berbeda dibanding dengan indikator yang terionisasi. Sebuah indikator asam basa tidak mengubah warna dari larutan murni asam ke murni basa pada konsentrasi ion hidrogen yang spesifik, melainkan hanya pada kisaran konsentrasi ion hidrogen. Kisaran ini merupakan suatu interval perubahan warna, yang menandakan kisaran pH.

Penggunaan Indikator Asam Basa

Larutan yang akan dicari tingkat keasamannya diberi suatu asam basa yang sesuai, kemudian dilakukan suatu titrasi. Perubahan pH dapat diketahui dari perubahan warna larutan yang berisi indikator. Perubahan warna ini sesuai dengan kisaran pH yang sesuai dengan jenis indikator.

Indikator yang Biasa Digunakan

Di bawah ini ada beberapa indikator asam basa yang sering digunakan. Indikator dapat bekerja pada larutan, maupun alkohol sesuai dengan sifatnya. Inilah contoh indikator yang digunakan untuk mengetahui pH.

gambar indikator pp
Indikator pp berwarna pink saat basa dan tak berwarna saat asam

Daftar indikator asam basa lengkap



IndikatorRentang pHKuantitas penggunaan per 10 mlAsamBasa
Timol biru1,2-2,81-2 tetes 0,1% larutanmerahkuning
Pentametoksi merah1,2-2,31 tetes 0,1% dlm larutan 0% alkoholmerah-ungutak berwarna
Tropeolin OO1,3-3,21 tetes 1% larutanmerahkuning
2,4-Dinitrofenol2,4-4,01-2 tetes 0,1% larutan dlm 50% alkoholtak berwarnakuning
Metil kuning2,9-4,01 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkoholmerahkuning
Metil oranye3,1-4,41 tetes 0,1% larutanmerahoranye
Bromfenol biru3,0-4,61 tetes 0,1% larutankuningbiru-ungu
Tetrabromfenol biru3,0-4,61 tetes 0,1% larutankuningbiru
Alizarin natrium sulfonat3,7-5,21 tetes 0,1% larutankuningungu
α-Naftil merah3,7-5,01 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkoholmerahkuning
p-Etoksikrisoidin3,5-5,51 tetes 0,1% larutanmerahkuning
Bromkresol hijau4,0-5,61 tetes 0,1% larutankuningbiru
Metil merah4,4-6,21 tetes 0,1% larutanmerahkuning
Bromkresol ungu5,2-6,81 tetes 0,1% larutankuningungu
Klorfenol merah5,4-6,81 tetes 0,1% larutankuningmerah
Bromfenol biru6,2-7,61 tetes 0,1% larutankuningbiru
p-Nitrofenol5,0-7,01-5 tetes 0,1% larutantak berwarnakuning
Azolitmin5,0-8,05 tetes 0,5% larutanmerahbiru
Fenol merah6,4-8,01 tetes 0,1% larutankuningmerah
Neutral merah6,8-8,01 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkoholmerahkuning
Rosolik acid6,8-8,01 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkoholkuningmerah
Kresol merah7,2-8,81 tetes 0,1% larutankuningmerah
α-Naftolftalein7,3-8,71-5 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkoholmerah mawarhijau
Tropeolin OOO7,6-8,91 tetes 0,1% larutankuningmerah mawar
Timol biru8,0-9,61-5 tetes 0,1% larutankuningbiru
Fenolftalein (pp)8,0-10,01-5 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkoholtak berwarnamerah
α-Naftolbenzein9,0-11,01-5 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkoholkuningbiru
Timolftalein9,4-10,61 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkoholtak berwarnabiru
Nile biru10,1-11,11 tetes 0,1% larutanbirumerah
Alizarin kuning10,0-12,01 tetes 0,1% larutankuninglilac
Salisil kuning10,0-12,01-5 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkoholkuningoranye-coklat
Diazo ungu10,1-12,01 tetes 0,1% larutankuningungu
Tropeolin O11,0-13,01 tetes 0,1% larutankuningoranye-coklat
Nitramin11,0-13,01-2 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkoholtak berwarnaoranye-coklat
Poirrier's biru11,0-13,01 tetes 0,1% larutanbiruungu-pink
Asam trinitrobenzoat12,0-13,41 tetes 0,1% larutantak berwarnaoranye-merah

Indikator Asam Basa Alami

Senyawa alam banyak yang digunakan sebagai indikator asam basa alami. Beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan indikator asam basa alami antara lain adalah kubis ungu, sirih, kunyit, dan bunga yang mempunyai warna (anggrek, kamboja jepang, bunga sepatu, asoka, bunga kertas). Cara membuat indikator asam basa alami adalah:
  1. Menumbuk bagian bunga yang berwarna pada mortar.
  2. Menambahkan sedikit akuades pada hasil tumbukan sehingga didapatkan ekstrak cair.
  3. Ekstrak diambil dengan pipet tetes dan dan diteteskan dalam keramik.
  4. Menguji dengan meneteskan larutan asam  dan basa pada ekstrak, sehingga ekstrak dapat berubah warna.

Inilah hasil pengamatan beberapa indikator asam basa alami.



Warna BungaNama BungaWarna Air BungaWarna Air Bunga Keadaan AsamWarna Air Bunga Keadaan Basa
MerahKembang sepatuUngu mudaMerahHijau tua
KuningTerompetKuning keemasanEmas mudaEmas tua
UnguAnggrekUngu tuaPink tuaHijau kemerahan
MerahAsokaCoklat mudaOranye mudaCoklat
KuningKunyitOranyeOranye cerahCoklat kehitaman
UnguBougenvillePink tuaPink mudaCoklat teh
PinkEuphorbiaPink keputih-putihanPink mudaHijau lumut
MerahKambojaCoklat tuaCoklat oranyeCoklat kehitaman 

Rabu, 25 September 2013

Fisika SMA Kelas 10 : Dimensi Satuan Fisika

Untuk menyederhanakan pernyataan suatu besaran turunan dengan besaran pokok digunakan dengan simbol yang disebut dimensi besaran. Untuk memahami dengan baik materi dimensi kita harus mengingat kembali materi fisika SMA sebelumnya tentang besaran dan satuan.
Pada dasarnya dimensi satuan fisika digunakan untuk mengetahui persamaan besaran turunan di mana satuan besaran turunan tersebut di bawah ke satuan aslinya yaitu satuan besaran pokok. Misalnya satuan kecepatan adalah m/s, satuan kecepatatan berasal dari dua besaran pokok yaitu besaran panjang dan waktu. Besaran panjang satuannya meter (m) dan waktu satuannya sekon (s).
Dimensi sekaligus memudahkan kita untuk menurunkan sebuah rumus dari bentuk yang kompleks ke bentuk yang lebih sederhana. Jadi kita harus sudah mengetahui dan memahami dengan baik tentang satuan besaran pokok.
Kegunaan dimensi adalah:
  1. Mengungkapkan adanya kesamaan atau kesataraan antara dua besaran yang kelihatanya berbeda.
  2. Menyatakan benar tidaknya suatu persamaan yang ada hubungannya dengan besaran fisika.
Untuk memudahkan kita berikut ini adalah tabel besaran, satuan, dan dimensi besaran pokok.
Dimensi Satuan Fisika
Add caption
Jadi kita tinggal mengotak atik besaran turunan dan membawanya ke satuan dasar yaitu satuan besaran pokok dan mengganti satuannya dengan simbol dimensi sesuai dengan tabel di atas.
Kita ambil kembali contoh kecepatan, tadi kita sudah tahu satuan kecepatan berasal dari satuan panjang (m)  dan sekon (s). Kita tinggal memperhatikan tabel di atas dimensi panjang ( m ) = L dan dimensi waktu ( s) = T jadi kita peroleh dimensi kecepatan adalah L / T.
Ingat di matematika berlaku 1/ab = a-b  Jadi L/T dapat ditulis LT-1 
 
sumber : http://www.rumus-fisika.com/2013/06/dimensi-satuan-fisika.html#_

Selasa, 24 September 2013

Besaran dan Pengukuran

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur yang memiliki nilai dan satuan. Besaran ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran.
Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai patokan. Dalam fisika pengukuran merupakan sesuatu yang sangat vital. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis harus melalui pengukuran. Pengukuran-pengukuran yang sangat teliti diperlukan dalam fisika, agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan kuat
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu ;
  1. dapat diukur atau dihitung
  2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
  3. mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
  1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
  2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2
  1. Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika, Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. BESARAN POKOKBesaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.
  2. BESARAN TURUNAN
    Add caption
  3. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu. Volume (meter kubik) diturunkan dari besaran pokok panjang, dan lain-lain. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.
 Oleh karena suatu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkanlah satuannya untuk tiap besaran. Contoh : Besaran panjang satuannya meter. Besaran waktu satuannya detik atau sekon, dan seterusnya.
C. PENGERTIAN SATUAN
Satuan adalah sesuatu atau ukuran yang digunakan untuk menyatakan suatu besaran. Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.
Satuan dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Satuan Baku, yaitu satuan yang hasil pengukurannya sama untuk setiap orang dan diakui
secara disetiap negara di dunia (international). Contohnya m, kg, s, liter, km, m3, ons,
km/jam, dan lain-lain. Atau disebut Sistem Satuan Internasional
SSI
Add caption

Sistem satuan internasional telah disepakati pada tahun 1960 oleh Konferensi Umum Kesebelas mengenai berat dan ukuran, dengan nama Sistem international (SI).
Sistem satuan internasional menggunakan satuan dasar meter, kilogram, dan sekon, atau biasa disebut sistem MKS dan satuan yang lain yang biasa dipakai dalam fisika adalah centimeter, gram sekon atau sistem CGS.
2. Satuan tidak baku, yaitu satuan yang hasil pengukurannya tidak sama untuk setiap orang
dan tidak diakui secara internasional. Contohnya hasta, jengkal, depa, kaki, dan lain-lain
 
Sumber http://ipa-smp.com/?p=839

Senin, 23 September 2013

Asam Amino

Asam amino dapat dibedakan  atas :
  1. Asam amino esensial
  2. asam amino non esesnsial
  • Asam amino essensial asam amino diperlukan tubuh tapi tubuh tidak bisa membentuk
Contoh Asam amino essensial: fenilalanin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, triptofan, treonin dan valin, arginin dan histidin
  • Asam amino non essensial yaitu diperlukan tubuh tapi tubuh bisa membentuk
contoh: alanin, asparagin, aspartat, sistein, glutamat, glutamin, glisin, hidroksiprolin, hidroksilisin, prolin, serin, dan tirosin.
  • Untuk proses transminasi pembentukan asam aminonya adalah asam amino non essensial. Jadi proses transminasi itu bisa disebut juga proses pembentukan asam amino dari asam alfa-keto.
  • Contoh alfa-keto yang mempunyai gugus CO (asam alfa-keto glutarat, asam oksaloasetat)
  • Yang utama di transaminasi adalah alfa-ketoglutarat dan oksalo asetat


Deaminasi
  • Deaminasi adalah proses pelepasan gugus amino (gugus yang mengandung N).
  • Contoh konkrit proses deaminasi adalah kalau mengonsumsi protein maka di dalam tubuh akan diubah menjadi asam amino, kemudian asam amino akan dipecah lagi yang hasil akhirnya adalah amoniak.
  • Tapi karena amoniak itu bersifat sangat toksik—amoniak itu tidak boleh ada di dalam darah, apalagi di otak—maka diubah menjadi urea.
  • Urea kemudian akan diekskresikan melalui ginjal.
  • Amoniak mempunyai konsentrasi yang lebih kecil daripada urea.
  • Bahkan mungkin amoniak itu tidak boleh ada di urine.
  • kemudian kenapa di urine ada amoniak? Darimanakah amoniak urine? Amoniak diproduksi di ginjal, dengan tujuan agar terjadi keseimbangan asam basa.
  • Jadi sebenarnya hasil akhirnya amoniak, tapi karena bersifat toksik, si amoniak itu dibawa ke hepar untuk diubah menjadi urea. Intinya produk akhir dari protein adalah urea.
 
  • Urea yang terbentuk dari amoniak itu kemudian dimasukkan ke darah untuk dibuang karena sebagai bahan ekskresi
  • Perlu dipahami yang membebaskan darah dari urea adalah Ginjal bukan hati


Jumat, 20 September 2013

Les Privat Surabaya


LBB LES Privat SMART MEDIA CENTER (SMC)
Kami "LBB Smart Media Center (SMC)" adalah sebuah lembaga bimbingan belajar yang bergerak dalam jasa bimbingan belajar privat, mulai dari SD, SMP dan SMA.Dengan Tentor berpengalaman mengajar, yang merupakan lulusan S-1 yang kompeten, sesuai dengan bidang ajarnya. atau mahasiswa yang masih aktif kuliah di UNESA, UNAIR dan ITS.
Dengan Tentor yang telaten, sabar, berpengalaman dan kompeten dibidangnya, kami siap membantu dan membimbing adek-adek menjadi siswa menjadi lebih berprestasi
Kemudahan yang dapat diperoleh antara lain:






1. Guru yang mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang ingin dipelajari oleh siswa -- guru matematika mengajar matematika, bahasa inggris mengajar b, inggris,. sehingga kompeten dengan pelajaran yang ingin dipelajari


2. Guru datang ke rumah, dan dapat ganti guru jika tidak cocok

3. Area Surabaya dan sekitarnya

4 Bonus Modul dan soal2 untuk persiapan UNAS dan SNMPTN



Biaya untuk tiap kali pertemuan

SD
biaya les privat = @30.000 /pertemuan
biaya les kelompok = @20.000 

SMP kelas 1
Biaya les Privat = @35.000
Biaya les kelompok = @ 30.000 

SMP kelas2
Biaya les Privat = @40.000
Biaya les kelompok = @ 30.000 

SMP kelas 3 dan persiapan unas
Biaya les Privat = @45.000
Biaya les kelompok = @ 35.000 / siswa

SMA kelas 1
Biaya les Privat = @50.000
Biaya les kelompok = @40.000 / siswa

SMA kelas 2
Biaya les Privat = @55.000
Biaya les kelompok = @45.000 / siswa

SMA kelas 3 dan persiapan unas
Biaya Les Privat = @60.000
Biaya les kelompok = @ 55.000 / siswa
SMAkelas 3 persiapan SNMPTN

Biaya Les Privat = @75.000
Biaya les kelompok = @ 65.000 / siswa
Pelajaran yang diajarkan = Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, bahasa Indonesia

HARGA PROMOSI  LES PRIVAT KOMPUTER


HARGA PROMOSI  LES PRIVAT KOMPUTER
1. Les Privat komputer office, word, excel, pthotoshop, corel, dll untuk mahasiswa dan umum, durasi 18 jam = 1.200.000 durasi

2. Privat Pemrograman web (php) durasi  24 jam    = 1.420.000

3. Privat Pembuatan blog dan optimasi blog atau website => masuk peringkat 1 / masuk halaman pertama peringkat 10 besar di google dalam waktu singkat,  durasi 8 jam = 800.000


HARGA PROMOSI LES BAHASA ARAB DAN MENGAJI
Satu bulan 8 x pertemuan = 500.000


Hubungi:

085607637194
Untuk pendaftaran dapat melalui telepon,
hubungi: 08567637194 (telpon / sms)



Kamis, 19 September 2013

Titik Berat Benda

Keseimbangan Benda Tegar : Titik Berat

Telah dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat.
Benda akan seimbang jika pas diletakkan di titik beratnya
Benda akan seimbang jika pas diletakkan di titik beratnya
Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.
Mari kita tinjau suatu benda tegar, misalnya tongkat pemukul kasti, kemudian kita lempar sambil sedikit berputar. Kalau kita perhatikan secara aeksama, gerakan tongkat pemukul tadi dapat kita gambarkan seperti membentuk suatu lintasan dari gerak translasi yang sedang dijalani dimana pada kasus ini lintasannya berbentuk parabola. Tongkat ini memang berputar pada porosnya, yaitu tepat di titik beratnya. Dan, secara keseluruhan benda bergerak dalam lintasan parabola. Lintasan ini merupakan lintasan dari posisi titik berat benda tersebut.
Demikian halnya seorang peloncat indah yang sedang terjun ke kolam renang. Dia melakukan gerak berputar saat terjun. sebagaimana tongkat pada contoh di atas, peloncat indah itu juga menjalani gerak parabola yang bisa dilihat dari lintasan titik beratnya. Perhatikan gambar berikut ini.
seorang yang meloncat ke air dengan berputar
seorang yang meloncat ke air dengan berputar
Jadi, lintasan gerak translasi dari benda tegar dapat ditinjau sebagai lintasan dari letak titik berat benda tersebut. Dari peristiwa ini tampak bahwa peranan titik berat begitu penting dalam menggambarkan gerak benda tegar.
Cara untuk mengetahui letak titik berat suatu benda tegar akan menjadi mudah untuk benda-benda yang memiliki simetri tertentu, misalnya segitiga, kubus, balok, bujur sangkar, bola dan lain-lain. Yaitu d sama dengan letak sumbu simetrinya. Hal ini jelas terlihat pada contoh diatas bahwa letak titik berat sama dengan sumbu rotasi yang tidak lain adalah sumbu simetrinya.
Orang ini berada dalam keseimbangan
Add caption
Orang ini berada dalam keseimbangan
Di sisi lain untuk benda-benda yang mempunyai bentuk sembarang letak titik berat dicari dengan perhitungan. Perhitungan didasarkan pada asumsi bahwa kita dapat mengambil beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di masing-masing titik kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik. dikatakan titik berat juga merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi, namun untuk tempat yang ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat massa harus dibedakan.


http://fisikasmadda-sby.blogspot.com/2012/02/titik-berat-benda.html 

Rabu, 18 September 2013

Suhu dan Kalor

Suhu. Konsep suhu atau temperatur sebenarnya berawal dari rasa panas dan dingin yang dialami oleh indera peraba kita. Berdasarkan apa yang dirasakan oleh indera peraba, kita mengatakan suatu benda lebih panas dari benda yang lain atau suatu benda lebih dingin dari benda lain. Benda yang panas memiliki suhu yang lebih tinggi sedangkan benda yang dingin memiliki suhu yang lebih rendah. Semakin dingin suatu benda, semakin rendah suhunya. Sebaliknya, semakin panas suatu benda, semakin tinggi suhunya. Ukuran panas atau dinginnya suatu benda ini disebut suhu (temperature). Dalam pokok bahasan teori kinetik gas yang akan dipelajari nanti di kelas XI, anda akan memahami lebih mendalam pengertian suhu; apa yang terjadi pada molekul-molekul penyusun suatu benda sehingga tersebut benda bisa terasa panas, hangat, sejuk atau dingin.
Kalor. Apabila benda-benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan, akan ada perpindahan panas atau sering disebut kalor, dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Perpindahan kalor terhenti setelah benda-benda yang bersentuhan mencapai suhu yang sama. Misalnya jika kita mencampur air panas dengan air dingin, biasanya kalor berpindah dari air panas menuju air dingin. Ketika kita memasukkan besi panas ke dalam air dingin, kalor berpindah dari besi yang lebih panas menuju air. Kalor akan berhenti mengalir setelah besi dan air mencapai suhu yang sama. Ketika dokter atau perawat menempelkan termometer ke tubuhmu, kalor berpindah dari tubuhmu menuju termometer. Perpindahan kalor terhenti setelah tubuhmu dan termometer telah mencapai suhu yang sama. Jika termometer yang digunakan adalah termometer raksa maka ketika tubuhmu dan termometer mencapai suhu yang sama, permukaan air raksa berhenti bergerak. Angka yang ditunjukkan permukaan air raksa merupakan suhu tubuhmu saat itu.
Secara alami, kalor dengan sendirinya berpindah dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Perpindahan kalor cenderung menyamakan suhu benda yang saling bersentuhan. Pada abad ke-18, para fisikawan menduga bahwa aliran kalor merupakan gerakan suatu fluida, suatu jenis fluida yang tidak kelihatan (fluida adalah zat yang dapat mengalir. Fluida meliputi zat cair dan zat gas. Air (zat cair) termasuk fluida karena dapat mengalir. Udara juga termasuk fluida karena dapat mengalir). Fluida tersebut dinamakan caloric. Teori mengenai caloric tidak digunakan lagi karena berdasarkan hasil percobaan, keberadaan caloric ini tidak bisa dibuktikan. Pada abad ke-19, seorang fisikawan Inggris bernama James Prescott Joule (1818-1889) mempelajari cara memanaskan air dalam sebuah wadah menggunakan roda pengaduk dan membandingkan memanasnya air akibat putaran roda pengaduk dengan memanasnya air dalam wadah yang disentuhkan dengan nyala api atau sumber listrik. Berdasarkan percobaannya, Joule menyimpulkan bahwa kalor bukan energi (kalor bukan suatu jenis energi tertentu, seperti energi kinetik, energi potensial, energi kimia dll). Kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Jadi ketika kalor mengalir dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah, sebenarnya energi yang berpindah dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Perpindahan energi terhenti setelah benda-benda yang bersentuhan mencapai suhu yang sama atau setimbang termal.

Referensi : http://gurumuda.net/suhu-dan-kalor.htm

Selasa, 17 September 2013

Hukum Newton Tentang Gerak dan Gravitasi Part 1


Setiap benda yang bergerak membentuk lintasan lingkaran harus tetap diberikan gaya agar benda tersebut terus berputar. Anda dapat membuktikannya dengan mengikat sebuah benda (sebaiknya berbentuk bulat atau segiempat) pada salah satu ujung tali. Setelah itu putarlah tali tersebut, sehingga benda tersebut ikut berputar. Jika anda menghentikan putaran, maka benda tersebut perlahan-lahan berhenti. Hal dikarenakan tidak ada gaya yang diberikan. Agar benda tetap berputar maka harus diberikan gaya secara terus menerus, yang dalam hal ini adalah tangan anda yang memutar tali.

Besarnya gaya tersebut, dapat dihitung dengan Hukum II Newton untuk komponen radial :
ar adalah percepatan sentripetal (percepatan radial) yang arahnya menuju pusat lingkaran. Persamaan di atas menunjukan hubungan antara gaya dan percepatan sentripetal. Karena gaya memiliki hubungan dengan percepatan sentripetal, maka arah gaya total yang diberikan harus menuju ke pusat lingkaran. Jika tidak ada gaya total yang diberikan (yang arahnya menuju pusat lingkaran) maka benda tersebut akan bergerak lurus alias bergerak keluar dari lingkaran. Anda dapat membuktikannya dengan melepaskan tali dari tangan anda. Untuk menarik sebuah benda dari jalur “normal”-nya, diperlukan gaya total ke samping. Karena arah percepatan sentripetal selalu menuju pusat lingkaran, maka gaya total ke samping tersebut harus selalu diarahkan menuju pusat lingkaran. Gaya ini disebut gaya sentripetal (sentripetal = “menuju ke pusat”). Gaya sentripetal bukan jenis gaya baru, tetapi merupakan gaya total yang arahnya menuju pusat lingkaran. Gaya sentripetal harus diberikan oleh benda lain. misalnya, ketika kita memutar bola yang terikat pada salah satu ujung tali, kita menarik tali tersebut dan tali memberikan gaya pada bola sehingga bola berputar.
Percepatan sentripetal (arad) dapat dinyatakan dalam periode T (waktu yang dibutuhkan untuk melakukan putaran).
Sekarang mari kita tinjau gaya sentripetal pada beberapa jenis Gerak Melingkar Beraturan :
BENDA YANG BERPUTAR HORISONTAL
Misalnya kita tinjau sebuah benda yang diputar menggunakan tali pada bidang horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah :
Amati bahwa pada benda tersebut bekerja gaya berat (mg) yang arahnya ke bawah dan gaya tegangan tali (FT) yang bekerja horisontal. Tegangan tali timbul karena kita memberikan gaya tarik pada tali ketika memutar benda (ingat kembali penjelasan di atas). Gaya tegangan tali ini berfungsi untuk memberikan percepatan sentripetal. Berpedoman pada koordinat bidang xy, kita tetapkan komponen horisontal sebagai sumbu x. Dengan demikian, berdasarkan hukum II Newton, kita dapat menurunkan persamaan gaya sentripetal untuk benda yang berputar horisontal :
BENDA YANG BERPUTAR VERTIKAL
Misalnya kita tinjau sebuah benda yang diputar menggunakan tali pada bidang vertikal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah :
Ketika benda berada di titik A, pada benda bekerja gaya berat (mg) dan gaya tegangan tali (FTA) yang arahnya ke bawah (menuju pusat lingkaran). Kedua gaya ini memberikan percepatan sentripetal pada benda. Ketika benda berada pada titik A’, pada benda bekerja gaya berat yang arahnya ke bawah dan gaya tegangan tali (FTA‘) yang arahnya ke atas (menuju pusat lingkaran).
Menggunakan hukum II Newton, kita dapat menurunkan persamaan gaya sentripetal untuk benda yang berputar vertikal. Terlebih dahulu kita tetapkan arah menuju ke pusat sebagai arah positif.
Gaya Sentripetal di titik A
Terlebih dahulu kita tinjau komponen gaya yang bekerja ketika benda berada di titik A. Ketika berada pada titik A, hubungan antara gaya sentripetal, gaya berat, massa benda, jari-jari dan percepatan sentripetal dinyatakan dengan persamaan di bawah ini :
Keterangan :
FTA = gaya tegangan tali di titik A, Fs = gaya sentripetal, as = percepatan sentripetal, vA = kecepatan gerak benda di titik A, r = jari-jari lingkaran (panjang tali)
Berdasarkan persamaan 1 di atas, tampak bahwa ketika benda berada di titik A (puncak lintasan), benda masih bisa berputar walaupun tidak ada gaya tegangan tali yang bekerja pada benda tersebut. Untuk membuktikan hal ini, mari kita obok-obok persamaan di atas :
Jika FTA = 0, maka persamaan di atas akan menjadi :
Jadi ketika berada di titik A, benda tersebut masih bisa berputar dengan kecepatan linear vA, meskipun tidak ada gaya tegangan tali (Gaya tegangan tali pada kasus ini = gaya sentripetal). Besar kecepatan dinyatakan pada persamaan 2. Karena percepatan gravitasi (g) tetap maka besar kecepatan linear bergantung pada jari-jari lingkaran / panjang tali). Semakin panjang tali (semakin besar jari-jari lingkaran), semakin besar laju linear benda.
Gaya Sentripetal di titik A’
Sekarang kita tinjau gaya sentripetal apabila benda berada di titik A’.
Ketika benda berada di titik A’, pada benda bekerja gaya berat (mg) yang arahnya ke bawah dan gaya tegangan tali (FTA‘) yang arahnya ke atas. Menggunakan hukum II Newton, mari kita turunkan persamaan yang menyatakan hubungan antara gaya sentripetal, gaya berat, massa benda, jari-jari dan percepatan sentripetal :
Berdasarkan persamaan, tampak bahwa ketika berada di titik A’, besar gaya sentripetal (dalam kasus ini gaya sentripetal = gaya tegangan tali) lebih besar dibandingkan dengan ketika benda berada di titik A’. Dengan demikian, ketika benda berada di titik A’ kita harus memberikan gaya putar yang lebih besar untuk mengimbangi gaya berat benda.
Anda dapat melakukan percobaan untuk membuktikan hal ini. Ikatlah sebuah benda pada salah satu ujung tali dan putar benda tersebut secara vertikal. Ketika benda berada di lembah lintasan (A’), anda akan merasakan efek tarikan gaya berat yang lebih besar dibandingkan ketika benda berada di puncak lintasan (A). Agar benda tetap berputar, gaya yang anda berikan harus lebih besar untuk mengimbangi gaya berat benda yang arahnya ke bawah.
Salah satu contoh gerak melingkar vertikal yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah wahana putar. Pada dasarnya, komponen gaya sentripetal yang bekerja pada wahana putar sama dengan penjelasan gurumuda di atas. Bedanya, gaya sentripetal pada penjelasan di atas adalah gaya tegangan tali.
KENDARAAN YANG MELEWATI TIKUNGAN
Salah satu penerapan fisika dalam kehidupan kita, berkaitan dengan percepatan sentripetal adalah ketika kendaraan melewati tikungan. Pada kesempatan ini kita akan meninjau gaya sentripetal yang menyebabkan kendaraan dapat melewati tikungan. Pembahasan ini lebih berkaitan dengan gerakan mobil, atau kendaraan sejenis lainnya (truk, bus dkk). Kita tidak meninjau sepeda motor karena analisisnya sangat kompleks (mengapa kompleks alias ribet ? ayo… berpikirlah. Sering nonton GP khan ?).
Tikungan rata
Terlebih dahulu kita bahas tikungan yang permukaan jalannya rata. Ketika melewati tikungan yang rata, setiap mobil memiliki gaya sentripetal yang arahnya menuju pusat lintasan lingkaran (amati gambar di bawah). Gaya sentripetal tersebut bersumber dari gaya gesekan antara ban dengan permukaan jalan. Gesekan yang terjadi adalah gesekan statis selama ban tidak selip. Mengapa tidak gesekan kinetis ? anggap saja ini pr dari gurumuda untuk anda. Gunakan pengetahuan anda tentang gaya gesekan untuk menyelesaikan pr dari gurumuda ini… oke, kembali ke laptop, eh tikungan.
Cermati gambar di atas. maaf gambarnya kurang sempurna (gambar kanan). Maksud yang ingin disampaikan gambar kanan adalah bahwa pada mobil tersebut, selain bekerja gaya sentripetal, bekerja juga gaya berat yang arahnya tegak lurus ke bawah dan gaya normal yang arahnya tegak lurus ke atas. Ketika mobil melewati tikungan dengan kecepatan (v), jalan memberikan gaya ke dalam (gesekan terhadap ban) dan membuat mobil tersebut bergerak melingkar. Arah gaya gesekan (Fges) menuju pusat lingkaran, seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas. gaya gesekan inilah yang berperan sebagai gaya sentripetal. Sebenarnya penjelasan ini dapat anda pahami dengan mudah. Bayangkanlah, apa yang terjadi ketika anda mengendarai mobil pada tikungan yang sangat licin (anggap saja sedang hujan dan permukaan luar roda mobil anda sudah gundul) ? bisa ditebak, anda akan digiring ambulans menuju rumah sakit… mengapa ? ketika tidak ada gaya gesekan statis, ban mobil anda akan selip dan keluar dari lintasan lingkaran… dengan kata lain, pada mobil anda tidak bekerja gaya sentripetal. Jadi berhati-hatilah ketika melewati tikungan, apalagi tikungan tajam…
Sekarang mari kita turunkan persamaan yang menyatakan hubungan antara gaya sentripetal (dalam kasus ini gaya sentripetal adalah gaya gesekan) dengan percepatan, jari-jari lintasan lingkaran dan massa benda…
Berdasarkan hukum II Newton, gaya total yang bekerja pada mobil ketika melewati tikungan adalah :
FR = Gaya radial alias gaya sentripetal, dan aR = gaya radial alias gaya sentripetal. Radial = sentripetal. Pada kasus ini, gaya sentripetal = gaya gesekan.
Besar gaya gesekan dapat dihitung dengan persamaan :